Manajemen Proyek
Rencana, progres, RAB, dan realisasi biaya.

Bangun website properti, lead & booking, dan dashboard admin agar pemasaran sampai pengelolaan berjalan rapi, cepat, dan terukur.
Rencana, progres, RAB, dan realisasi biaya.
Arus kas, anggaran, dan laporan keuangan.
Unit, prospek, booking, KPR, hingga serah terima.
Kelola dokumen, izin, dan sertifikat.
Data karyawan, kehadiran, dan aset.
Dapatkan informasi mengenai proyek, penjualan, keuangan, dan progres pekerjaan dalam dashboard yang mudah dipahami.
Kami memahami proses bisnis perusahaan Anda.
Penyiapan sistem dan penyesuaian kebutuhan.
Pelatihan penggunaan untuk seluruh divisi.
Mulai operasional dengan dukungan tim kami.
Perusahaan punya halaman website sendiri
Fitur Landing Page
Username : inoteklog dan Password: inotek
Untuk developer berkembang
Username : inotek dan Password: inotek
Testimoni dari klien
“Data proyek dan penjualan lebih mudah dipantau dalam satu sistem.”
“Alur kerja antar divisi menjadi lebih rapi dan informasi lebih mudah dicari.”
“Laporan keuangan dan progres proyek membantu evaluasi operasional.”
Informasi singkat untuk membantu Anda mengenal INOTEK
Struktur dan fitur dapat dikembangkan sesuai alur kerja, divisi, dan kebutuhan perusahaan.
Waktu implementasi bergantung pada jumlah modul, migrasi data, dan tingkat penyesuaian.
Biaya hosting, migrasi, integrasi, dan pengembangan khusus perlu dijelaskan dalam penawaran resmi.
Halaman ini dirancang responsif. Tampilan aplikasi internal juga perlu dioptimalkan untuk perangkat mobile.
Semua karyawan developer properti mempunyai login masing-masing untuk masuk ke sistem
Halaman Dashboard Direktur merupakan pusat pengawasan dan pengambilan keputusan manajemen yang digunakan oleh Direktur untuk melakukan approval, monitoring, dan evaluasi terhadap seluruh aktivitas perusahaan.
Fitur utama yang terdapat dalam Dashboard Direktur meliputi:
Secara keseluruhan, Dashboard Direktur berfungsi sebagai pusat kontrol perusahaan, yang memungkinkan Direktur melakukan approval, memantau laporan seluruh divisi, mengawasi aktivitas operasional, serta memastikan setiap proses berjalan sesuai dengan kebijakan dan prosedur perusahaan.
Halaman Dashboard General Manager atau Brand Manager merupakan halaman yang digunakan untuk mengontrol, mengelola, dan mengajukan pengeluaran dari divisi Legal, Proyek, dan Pemasaran.
Dashboard ini menyediakan fitur approval (persetujuan) atas setiap pengajuan pengeluaran Admin atau Head dari masing-masing divisi, yaitu Legal, Proyek, dan Pemasaran. Proses approval dapat dilakukan berdasarkan wilayah atau cabang yang menjadi tanggung jawab General Manager.
Selain itu, dashboard ini menyediakan fitur approval (persetujuan) atas setiap pengajuan SPK (Surat Perintah Kerja) dari divisi Proyek, baik untuk pekerjaan pembangunan unit rumah maupun pembangunan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos).
General Manager atau Brand Manager juga dapat melakukan approval terhadap unggahan gambar atau dokumentasi serah terima kunci yang dilakukan oleh Pengawas Lapangan sebagai bukti pelaksanaan serah terima unit.
Dashboard ini juga menyediakan fitur approval terhadap seluruh pengajuan promo (biaya-biaya user) yang diajukan oleh tim pemasaran. Selain itu, General Manager atau Brand Manager dapat melakukan approval terhadap booking unit yang masuk dari Marketing maupun Agent.
Booking unit yang telah mendapatkan approval selanjutnya akan diteruskan kepada pihak Keuangan untuk dilakukan proses administrasi dan pembayaran sesuai dengan ketentuan perusahaan.
General Manager atau Brand Manager hanya dapat mengakses dan mengelola data dari divisi Legal, Proyek, dan Pemasaran sesuai dengan wilayah atau cabang yang telah ditetapkan. Dengan demikian, akses dan kewenangan setiap General Manager dapat disesuaikan dengan area tanggung jawabnya.
Dashboard ini juga dilengkapi dengan fitur absensi digital yang digunakan untuk mencatat dan memantau kehadiran secara terintegrasi.
Halaman Dashboard Keuangan merupakan halaman khusus yang digunakan untuk mengelola, mengontrol, dan memantau seluruh aktivitas keuangan perusahaan. Dashboard ini mencakup proses approval pengeluaran dan pemasukan, pengelolaan jurnal, kas dan bank, piutang, hutang, modal konstruksi, pencairan dana, opname cash, hingga penyusunan dan pencetakan laporan keuangan dari seluruh divisi perusahaan.
A. Approval Pengeluaran dan Bukti Transfer
Keuangan berperan sebagai salah satu tahap verifikasi atas seluruh pengajuan pengeluaran dari seluruh divisi perusahaan.
B. Approval Pemasukan dari Berbagai Divisi
Keuangan melakukan verifikasi dan approval terhadap berbagai bentuk pemasukan perusahaan, antara lain:
C. Pengelolaan Jurnal dan Master Kas Bank
Dashboard Keuangan menyediakan fitur untuk:
D. Master Kontrak Bank, Piutang, Hutang, dan Modal Konstruksi
Keuangan dapat mengelola berbagai data yang berkaitan dengan pembiayaan perusahaan, meliputi:
E. Pencairan User dan Dana Terkait
Dashboard Keuangan digunakan untuk mencatat dan mengelola seluruh pencairan dana yang berkaitan dengan user dan pembiayaan bank, antara lain:
F. Opname Cash Harian dan Penanganan Selisih
Pada setiap akhir jam operasional kantor, Keuangan melakukan opname cash harian untuk memastikan kesesuaian
antara saldo yang tercatat dalam sistem dengan saldo aktual pada rekening bank dan kas perusahaan.
Proses opname meliputi:
Dengan mekanisme tersebut, kondisi kas dan rekening perusahaan dapat tetap terkontrol, transparan, dan terdokumentasi setiap hari.
G. Pencetakan Laporan Keuangan
Dashboard Keuangan menyediakan fitur pencetakan berbagai laporan yang dibutuhkan perusahaan, antara lain:
Dengan adanya Dashboard Keuangan, seluruh aktivitas keuangan perusahaan dapat terintegrasi, terkontrol, dan terdokumentasi dalam satu sistem. Setiap pemasukan, pengeluaran, pembayaran, pencairan, hutang, piutang, mutasi rekening, hingga laporan keuangan dapat ditelusuri berdasarkan divisi, wilayah, proyek, dan periode transaksi, sehingga memudahkan proses pengawasan dan pengambilan keputusan oleh manajemen.
Dashboard Head Keuangan juga dilengkapi dengan fitur absensi digital untuk mencatat dan memantau kehadiran karyawan secara terintegrasi.
Halaman Dashboard HR dan GA merupakan halaman khusus yang digunakan untuk mengelola kebutuhan Human Resources (HR) dan General Affair (GA) perusahaan. Divisi HR bertanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya manusia, sedangkan divisi GA bertanggung jawab dalam pengelolaan kebutuhan, perlengkapan, dan fasilitas operasional kantor.
Melalui dashboard ini, Head HR dan GA dapat melakukan berbagai pengelolaan terkait karyawan, antara lain:
Selain pengelolaan HR, dashboard ini juga digunakan untuk mendukung pengelolaan General Affair dan administrasi keuangan internal, meliputi:
Dashboard HR dan GA juga dilengkapi dengan fitur absensi digital yang digunakan untuk mencatat, memantau, dan mengelola kehadiran seluruh karyawan secara terintegrasi.
Dengan adanya dashboard ini, proses pengelolaan sumber daya manusia, kebutuhan operasional kantor, aset perusahaan, kasbon karyawan, dan administrasi terkait hutang perusahaan dapat dilakukan secara lebih terstruktur, terkontrol, dan terdokumentasi dalam satu sistem.
Halaman Dashboard Head Legal merupakan halaman khusus yang digunakan untuk mengelola dan mengontrol seluruh proses legalitas tanah dan lahan perusahaan. Dashboard ini menjadi pusat pengelolaan data kepemilikan tanah, legalitas lahan, dokumen pendukung, serta biaya yang berkaitan dengan proses legalitas.
Melalui dashboard ini, Head Legal dapat melakukan pengelolaan sebagai berikut:
Selain pengelolaan legalitas, Dashboard Legal juga digunakan untuk menginput dan mengontrol berbagai pengeluaran terkait tanah dan legalitas, antara lain:
Dengan adanya dashboard ini, bank tanah/bank lahan perusahaan dapat terdata dan terkontrol dengan baik, termasuk status kepemilikan, blok yang tersedia, harga pokok tanah, serta dokumen legalitasnya. Selain itu, piutang atau kewajiban pembayaran atas tanah dan lahan dapat dipantau secara lebih terstruktur.
Seluruh biaya yang dikeluarkan untuk proses pengurusan legalitas masing-masing lahan juga dapat direkam, ditelusuri, dan dimonitor secara rinci, sehingga memudahkan perusahaan dalam melakukan pengawasan dan evaluasi biaya legalitas.
Dashboard Head Legal juga dilengkapi dengan fitur absensi digital untuk mencatat dan memantau kehadiran karyawan secara terintegrasi.
Halaman Dashboard Head Proyek merupakan halaman khusus yang digunakan untuk mengelola, mengontrol, dan memantau seluruh proses pembangunan perumahan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan pekerjaan, pengajuan pembayaran, hingga pengawasan progres dan kualitas bangunan.
Melalui dashboard ini, Head Proyek dapat melakukan penginputan dan pengendalian terhadap data proyek, proses pekerjaan, serta anggaran pembangunan agar seluruh kegiatan berjalan sesuai dengan perencanaan dan batas anggaran yang telah ditetapkan.
Fitur dan Aktivitas yang Dapat Dilakukan
Dengan adanya Dashboard Head Proyek, seluruh proses pembangunan dapat terintegrasi dan terkontrol dalam satu sistem, mulai dari data proyek, RAB, SPK, vendor, material, progres pekerjaan, pembayaran, hingga kualitas bangunan. Hal ini membantu perusahaan memastikan bahwa setiap pekerjaan pembangunan berjalan sesuai perencanaan, anggaran, target progres, dan standar kualitas yang telah ditetapkan.
Dashboard Head Proyek juga dilengkapi dengan fitur absensi digital untuk mencatat dan memantau kehadiran karyawan secara terintegrasi.
Halaman Dashboard Head Pemasaran merupakan halaman khusus yang digunakan untuk mengelola seluruh aktivitas pemasaran, mulai dari pengelolaan data master, proses transaksi dan pengajuan biaya pemasaran, pemrosesan berkas calon user, monitoring proses KPR maupun penjualan cash, hingga pengelolaan pencairan dana dan pembuatan laporan pemasaran.
Dashboard ini menjadi pusat pengendalian aktivitas pemasaran agar seluruh proses penjualan dapat dipantau secara terstruktur, mulai dari calon user, marketing atau agent, proses akad, pencairan dana, hingga menerima kelengkapan dokumen legal.
A. Input Master Head Pemasaran
Head Pemasaran dapat melakukan pengelolaan data master yang berkaitan dengan aktivitas pemasaran, meliputi:
B. Proses Transaksi dan Pengajuan Biaya Pemasaran
Dashboard digunakan untuk melakukan transaksi dan pengajuan berbagai biaya yang berkaitan dengan aktivitas pemasaran, antara lain:
Setiap pengajuan biaya dapat dicatat dan dipantau berdasarkan transaksi serta user yang terkait.
C. Pemrosesan Berkas User
Head Pemasaran dapat memproses seluruh berkas user yang berasal dari input Marketing maupun Agency.
Alur pemrosesan berkas meliputi:
D. Pengelolaan Pendapatan Lainnya dan Bantuan Dana
Dashboard juga digunakan untuk mengelola pendapatan lain yang berasal dari transaksi user, seperti:
Selain itu, Head Pemasaran dapat mengajukan bantuan dana kepada user, seperti dana talangan angsuran, yang kemudian dicatat sebagai utang kepada user yang bersangkutan sampai proses penyelesaiannya.
E. Upload Berkas BPHTB dan PPH User Akad
Head Pemasaran dapat mengunggah dokumen BPHTB dan PPH yang telah diterima dari Notaris untuk user yang telah melakukan akad.
Dokumen tersebut menjadi bagian dari kontrol kelengkapan legalitas dan dapat digunakan sebagai acuan dalam proses pencairan dana blokir user yang telah akad, sekaligus sebagai indikator bahwa dokumen legalitas terkait telah diserahkan kepada pihak perbankan.
F. Monitoring Dana dan Pencetakan Dokumen
Dashboard Head Pemasaran juga menyediakan fitur untuk:
Dengan adanya Dashboard Head Pemasaran, seluruh proses pemasaran dapat terintegrasi dalam satu sistem, mulai dari pengelolaan bank, notaris, Marketing, Agency, calon user, unit yang dipasarkan, promo, proses KPR dan akad, pencairan dana, hingga pengelolaan dokumen dan laporan pemasaran.
Dashboard Head Pemasaran juga dilengkapi dengan fitur absensi digital untuk mencatat dan memantau kehadiran karyawan secara terintegrasi.
Dashboard Drafter atau Tim Perencana digunakan untuk mendukung aktivitas harian serta pengelolaan seluruh data dan proses perencanaan proyek. Melalui dashboard ini, Tim Perencana dapat melakukan absensi harian dan mengajukan cuti sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh HR dan GA.
Selain pengelolaan absensi dan cuti, dashboard ini menyediakan berbagai fitur utama untuk mendukung proses perencanaan dan pengawasan proyek, yaitu:
Dengan demikian, Dashboard Drafter/Tim Perencana menjadi pusat pengelolaan data perencanaan yang menghubungkan proses perencanaan, pelaksanaan pekerjaan, monitoring progres, serta hasil Quality Control secara terintegrasi.
Dashboard Pengawas Lapangan digunakan untuk mendukung kegiatan monitoring pelaksanaan pekerjaan unit rumah serta pengelolaan administrasi operasional pengawas. Seluruh akses dan pengelolaan data pada dashboard ini dibatasi berdasarkan wilayah atau cabang tempat pengawas ditugaskan, sehingga pengawas hanya dapat melihat dan mengelola unit yang menjadi tanggung jawabnya.
A. Monitoring Unit dan Serah Terima Kunci
Pengawas dapat:
B. Progres Bangunan dan Siteplan
Pengawas dapat:
C. Daftar Unit yang Diawasi
Pengawas dapat:
D. Serah Terima Kunci dan Komplain User
Pengawas dapat:
E. Pembatasan Akses Berdasarkan Wilayah
Seluruh fitur, unit rumah, data user, progres pembangunan, SPK, serah terima kunci, serta komplain yang dapat diakses oleh pengawas hanya berlaku untuk wilayah atau cabang tempat pengawas tersebut ditugaskan.
Pembatasan ini bertujuan untuk menjaga keamanan data, memastikan tanggung jawab pengawasan sesuai wilayah kerja, serta mencegah pengawas mengakses atau mengubah data unit di luar kewenangannya.
Dashboard Pengawas Lapangan juga dilengkapi dengan fitur absensi digital untuk mencatat dan memantau kehadiran karyawan secara terintegrasi.
Dashboard Quality Control Proyek merupakan sistem yang digunakan untuk memantau, mengendalikan, dan mengevaluasi kualitas serta progres pembangunan proyek secara terintegrasi.
Di dalam dashboard ini terdapat beberapa fitur utama, yaitu:
Dengan sistem ini, proses pengawasan kualitas, pelaporan temuan, tindak lanjut perbaikan, serta monitoring progres pembangunan dapat dilakukan secara terstruktur, terdokumentasi, dan transparan. Hal tersebut membantu perusahaan menjaga standar kualitas bangunan sekaligus memberikan informasi yang lebih cepat dan akurat kepada manajemen.
Dashboard Admin Kantor Cabang digunakan untuk membantu General Manager atau Brand Manager dalam mengelola aktivitas operasional cabang, khususnya dalam pengajuan dana, pengelolaan data user, kebutuhan administrasi akad KPR.
A. Pengajuan Dana
Admin Kantor Cabang dapat membantu General Manager atau Brand Manager dalam melakukan pengajuan dana untuk kebutuhan operasional pada:
Setiap pengajuan dana yang dilakukan oleh Admin Kantor Cabang wajib mendapatkan approval dari General Manager terlebih dahulu. Setelah disetujui oleh General Manager, pengajuan tersebut dapat diteruskan ke Divisi Keuangan untuk diproses sesuai mekanisme perusahaan dan selanjutnya masuk ke proses persetujuan Direktur Utama.
B. Pengelolaan Data User
Dashboard ini membantu General Manager dalam mengelola dan memantau proses data user, baik untuk:
C. Kebutuhan Berkas Akad KPR
Dashboard Admin Kantor Cabang menyediakan fitur untuk mencetak (print) berbagai kebutuhan berkas akad KPR user.
Berkas yang dapat dicetak merupakan data dan dokumen yang telah disinkronkan dengan divisi terkait, sehingga kebutuhan administrasi akad KPR dapat dipersiapkan berdasarkan data yang tersedia di dalam sistem.
Sinkronisasi ini bertujuan untuk memastikan data yang digunakan dalam proses akad sesuai dengan data yang telah diproses oleh divisi terkait.
D. Pembatasan Akses Berdasarkan Cabang
Admin Kantor Cabang hanya dapat mengakses data dan proyek yang berada di lokasi cabang yang menjadi tanggung jawabnya.
Pembatasan akses berlaku terhadap seluruh data proyek, user, pengajuan dana, dokumen, serta aktivitas operasional lainnya yang terdapat dalam dashboard.
Dengan demikian, Admin Kantor Cabang tidak dapat mengakses atau mengelola data proyek yang berada di luar wilayah atau cabang yang menjadi kewenangannya.
E. Absensi Digital
Dashboard Admin Kantor Cabang dilengkapi dengan fitur absensi digital untuk mencatat kehadiran karyawan.
Status keabsahan absensi akan dikontrol oleh HR dan GA berdasarkan beberapa parameter, yaitu:
HR dan GA dapat melakukan verifikasi terhadap data absensi tersebut untuk menentukan apakah absensi dinyatakan sah atau tidak sah.
Secara keseluruhan, Dashboard Admin Kantor Cabang menjadi pusat administrasi operasional cabang yang menghubungkan proses pengajuan dana, pengelolaan user, kebutuhan dokumen akad KPR, koordinasi antar-divisi, serta administrasi kehadiran karyawan dalam satu sistem yang terintegrasi.
Dashboard Admin Kantor Pusat digunakan untuk menampilkan dan mengelola seluruh kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas pemasaran di seluruh proyek perusahaan. Fokus utama dashboard ini adalah pengarsipan dan administrasi dokumen pemasaran secara terpusat dan teratur.
A. Pengarsipan Dokumen Pemasaran
Admin Kantor Pusat melakukan pengarsipan dokumen secara berkala, khususnya untuk kegiatan yang berlangsung setiap hari.
Melalui dashboard ini, Admin Kantor Pusat dapat mengakses dan mengelola berbagai dokumen yang berkaitan dengan kegiatan pemasaran dari seluruh proyek perusahaan, antara lain:
Dokumen yang telah tersedia dalam sistem dapat diunduh (download) dan dicetak (print) untuk dijadikan arsip hard copy perusahaan.
B. Pengelolaan Arsip Hard Copy
Dokumen yang telah diunduh dan dicetak selanjutnya diarsipkan dalam bentuk hard copy sesuai dengan sistem dan tata cara pengarsipan yang telah ditetapkan perusahaan.
Pengarsipan ini bertujuan untuk:
C. Absensi Digital
Seperti dashboard lainnya, Dashboard Admin Kantor Pusat juga dilengkapi dengan fitur absensi digital untuk mencatat kehadiran karyawan.
Data absensi dapat digunakan oleh HR dan GA untuk melakukan monitoring dan verifikasi kehadiran berdasarkan ketentuan perusahaan.
Dengan demikian, Dashboard Admin Kantor Pusat berfungsi sebagai pusat administrasi dan pengarsipan dokumen pemasaran seluruh proyek perusahaan, sekaligus mendukung pengelolaan kehadiran karyawan melalui sistem absensi digital.
Dashboard Staf Legal merupakan sistem yang digunakan untuk mendukung kegiatan administrasi dan pengurusan aspek legal perusahaan, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan dan pengembangan perumahan.
A. Absensi Digital
Dashboard Staf Legal dilengkapi dengan fitur Absensi Digital untuk mencatat waktu masuk dan pulang sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh HR dan GA.
Dalam melakukan absensi, staf Legal wajib:
Data absensi tersebut selanjutnya dapat diverifikasi oleh bagian HR dan GA sebagai bagian dari pengawasan kedisiplinan dan administrasi kepegawaian.
B. Pengurusan Legalitas dan Perizinan
Staf Legal menggunakan dashboard untuk mengelola berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengurusan surat, dokumen legalitas, dan perizinan pembangunan perumahan.
Setiap proses dan dokumen dapat dicatat dalam sistem sehingga perkembangan pengurusan legalitas dapat lebih mudah dipantau oleh pihak yang berkepentingan.
C. Laporan Kegiatan Harian
Dashboard menyediakan fitur Laporan Kegiatan Harian yang digunakan staf Legal untuk mencatat pekerjaan yang telah dilakukan setiap hari.
Laporan tersebut menjadi:
Dengan adanya dashboard ini, kegiatan staf Legal dapat terdokumentasi secara sistematis sehingga manajemen dapat mengetahui pekerjaan yang telah dilakukan, proses yang sedang berjalan, serta perkembangan pengurusan legalitas dan perizinan perusahaan.
Dashboard Staf KPR merupakan bagian dari sistem kegiatan pemasaran yang berfungsi untuk membantu dalam mengelola, memantau, dan melakukan follow-up proses berkas user kepada pihak perbankan. Dashboard ini menjadi pusat informasi perkembangan proses KPR, mulai dari kelengkapan berkas, pengajuan ke bank, proses analisis, hingga user berhasil melakukan akad atau dinyatakan reject.
Melalui dashboard ini, setiap perkembangan proses dari pihak perbankan dapat diperbarui oleh staf KPR dan secara otomatis menjadi informasi bagi marketing yang bersangkutan, sehingga komunikasi dan koordinasi dalam proses KPR dapat dilakukan secara lebih cepat dan terarah.
A. Informasi Utama Dashboard
Pada halaman utama Dashboard Staf KPR terdapat informasi mengenai aktivitas dan pencapaian staf, antara lain:
Informasi tersebut membantu staf KPR dalam mengetahui beban pekerjaan dan perkembangan penyelesaian berkas yang menjadi tanggung jawabnya.
B. Absensi Digital dan Pengajuan Cuti
Dashboard Staf KPR dilengkapi dengan fitur Absensi Digital yang digunakan untuk melakukan absensi setiap hari.
Selain itu, staf KPR dapat melakukan pengajuan cuti melalui dashboard sehingga proses administrasi kehadiran dan cuti dapat dilakukan secara digital dan terintegrasi dengan sistem perusahaan.
C. Proses Berkas KPR
Fitur Proses Berkas merupakan fitur utama yang digunakan staf KPR untuk melakukan monitoring dan memperbarui perkembangan berkas user di pihak perbankan.
Staf KPR dapat memperbarui posisi user sesuai dengan tahapan proses yang sedang berjalan, antara lain:
Setiap perubahan posisi berkas dapat dicatat dalam sistem sehingga marketing yang bersangkutan dapat mengetahui perkembangan terbaru dari user yang mereka tangani.
D. Monitoring Lama Proses dan Kendala
Dashboard memungkinkan staf KPR melihat berapa lama berkas user berada dalam setiap tahapan proses.
Selain durasi proses, staf KPR juga dapat mencatat dan melihat kendala yang terjadi pada masing-masing berkas, seperti:
Dengan adanya informasi tersebut, staf KPR dapat menentukan berkas yang harus segera dilakukan follow-up dan memberikan informasi kepada marketing secara lebih cepat.
E. Siteplan Digital Pemasaran dan Bangunan
Dashboard Staf KPR dilengkapi dengan Siteplan Digital Pemasaran yang menampilkan informasi posisi unit dalam kawasan perumahan.
Selain itu tersedia Siteplan Digital Bangunan untuk memberikan informasi mengenai masing-masing unit rumah, termasuk data dan informasi bangunan yang diperlukan dalam proses pemasaran maupun pemberkasan KPR.
Fitur ini memudahkan staf KPR dalam memperoleh informasi unit tanpa harus mencari data secara manual.
F. Inbox Marketing dan Proses Hold
Dashboard Staf KPR memiliki fitur Inbox yang berfungsi sebagai tempat masuknya data user yang telah diinput oleh marketing.
Data dari marketing akan masuk ke dalam proses Hold untuk dilakukan pemeriksaan dan verifikasi oleh staf KPR sebelum diteruskan kepada General Manager.
Pada tahap ini, staf KPR melakukan pemeriksaan terhadap:
Apabila data telah sesuai, proses dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya. Apabila masih terdapat kekurangan, data tetap berada pada status Hold sampai persyaratan yang diperlukan dilengkapi.
G. Daftar User dalam Status Hold
Tersedia menu khusus untuk melihat daftar user yang masih berada dalam proses Hold.
User dalam status Hold merupakan user yang belum melengkapi seluruh dokumen atau persyaratan yang diperlukan untuk dapat dimasukkan atau diajukan ke pihak perbankan.
Staf KPR dapat melihat kekurangan setiap user dan melakukan follow-up kepada marketing atau pihak terkait sampai berkas dinyatakan lengkap.
H. Integrasi Data dan Dokumen Legal
Dashboard Staf KPR terintegrasi dengan data yang diinput dan di-upload oleh bagian Legal.
Dokumen legal yang dapat tersedia dalam sistem antara lain:
Dengan integrasi ini, staf KPR dapat memperoleh dokumen legal yang dibutuhkan secara langsung melalui sistem tanpa harus melakukan pencarian dokumen secara manual kepada bagian Legal.
I. Cetak Otomatis Dokumen Pendukung KPR
Untuk mempercepat proses pemberkasan, Dashboard Staf KPR dilengkapi dengan fitur cetak otomatis dokumen pendukung KPR.
Dokumen yang dapat diproses dan dicetak melalui sistem antara lain:
Fitur ini membantu mengurangi pekerjaan administrasi manual serta mempercepat persiapan dokumen yang diperlukan dalam proses pengajuan KPR.
J. Laporan Harian Staf KPR
Dashboard menyediakan fitur Laporan Harian Staf KPR yang digunakan untuk mencatat aktivitas pekerjaan dan perkembangan proses pemberkasan user yang menjadi tanggung jawab masing-masing staf.
Laporan dapat berisi:
Laporan tersebut menjadi laporan pertanggungjawaban pekerjaan staf KPR sesuai dengan job description dan tanggung jawab masing-masing.
K. Daftar User Berhasil Akad
Dashboard Staf KPR menyediakan menu User Berhasil Akad yang memungkinkan staf melihat daftar user yang berhasil menyelesaikan proses KPR hingga akad.
Data dapat ditampilkan berdasarkan periode tanggal yang ditentukan, sehingga staf dapat melihat pencapaian akad dalam periode tertentu.
Informasi tersebut dapat digunakan untuk:
L. Pembatasan Akses Berdasarkan Wilayah Kerja
Seluruh akses yang diberikan kepada staf KPR menggunakan sistem pembatasan hak akses berdasarkan wilayah kerja.
Setiap staf KPR hanya dapat mengakses data yang berada dalam wilayah kerja yang telah ditentukan untuknya. Dengan demikian, staf tidak dapat melihat data user, unit, proyek, maupun informasi KPR dari wilayah kerja lain yang bukan menjadi tanggung jawabnya.
Pembatasan akses juga diterapkan berdasarkan user yang ditangani oleh masing-masing staf KPR.
Artinya, staf KPR hanya dapat mengakses dan memproses user yang secara resmi menjadi tanggung jawabnya.
Sistem pembatasan ini bertujuan untuk:
Dengan mekanisme tersebut, setiap staf KPR memiliki wilayah kerja dan daftar user yang jelas, sehingga sistem dapat memastikan bahwa pekerjaan, proses follow-up, pembaruan status, dan laporan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan tanggung jawab masing-masing.
Secara keseluruhan, Dashboard Staf KPR merupakan pusat pengelolaan dan monitoring proses KPR yang mengintegrasikan kegiatan Marketing, KPR, Legal, General Manager, dan proses perbankan dalam satu sistem.
Dashboard ini mencakup proses mulai dari input user oleh Marketing, verifikasi dan Hold, kelengkapan dokumen, pengajuan ke bank, monitoring tahapan proses, pencatatan kendala, follow-up, hingga akad atau reject.
Dengan penerapan pembatasan akses berdasarkan wilayah kerja dan user yang ditangani, setiap staf KPR hanya berfokus pada data dan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Hal ini menciptakan sistem kerja yang lebih terstruktur, aman, terukur, transparan, dan mudah dimonitor oleh manajemen.
Dashboard Content Creator atau Admin Sosial Media digunakan untuk mengelola aktivitas data prospek, aktivitas pemasaran digital, serta monitoring hasil pemasaran melalui seluruh kanal media sosial perusahaan.
A. Absensi dan Pengajuan Cuti
B. Input dan Pengelolaan Data Prospek
Admin Sosial Media melakukan input terhadap setiap prospek atau calon konsumen yang ditemukan melalui media sosial perusahaan, seperti
Facebook, Instagram, TikTok, dan media sosial lainnya.
C. Monitoring Hasil Pemasaran
Dashboard menampilkan informasi mengenai:
D. Siteplan Digital
Dashboard dilengkapi dengan siteplan digital yang terhubung dengan informasi penjualan dan pembangunan setiap unit rumah. Melalui fitur ini, admin dapat melihat status masing-masing unit, seperti:
E. Pengelolaan Konten Media Sosial
Di luar aktivitas administrasi dashboard, Content Creator/Admin Sosial Media bertanggung jawab atas pengelolaan konten pemasaran perusahaan, antara lain:
F. Pengelolaan Website Resmi Perusahaan
Admin Sosial Media juga bertanggung jawab mengelola konten pada website resmi perusahaan yang telah disediakan sistem, antara lain:
Konten berita atau kegiatan perusahaan yang telah dipublikasikan di website dapat digunakan sebagai materi informasi yang dapat dibagikan ke media sosial pribadi seluruh karyawan perusahaan, sehingga kegiatan dan informasi positif perusahaan dapat dipublikasikan secara lebih luas.
Dashboard Marketing Office merupakan dashboard operasional yang digunakan untuk mendukung seluruh aktivitas marketing office dalam mengelola data prospek, data user, proses penjualan, kelengkapan administrasi, serta monitoring perkembangan user sampai dengan proses akad.
Dashboard ini terintegrasi dengan beberapa bagian lain yang berkaitan langsung dengan proses penjualan, seperti KPR, Keuangan, Proyek, dan Manajemen, sehingga Marketing Office dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam menjalankan pekerjaannya tanpa harus melakukan pengecekan secara manual kepada masing-masing bagian.
A. Absensi Digital dan Pengajuan Cuti
Seperti dashboard pada bagian lainnya, Dashboard Marketing Office dilengkapi dengan:
Seluruh aktivitas tersebut tercatat dalam sistem sehingga dapat menjadi bagian dari administrasi kepegawaian perusahaan.
B. Input Data Prospek
Dashboard Marketing Office menyediakan fitur untuk melakukan input data prospek yang diperoleh dari berbagai sumber pemasaran.
Marketing Office dapat mencatat sumber prospek, seperti:
Setiap data prospek disimpan dalam sistem beserta informasi kontaknya sehingga dapat digunakan sebagai dasar untuk proses tindak lanjut dan penginputan data user.
C. Input Data User dan Data Mandatori
Setelah prospek dinyatakan siap diproses, Marketing Office dapat melanjutkan data tersebut menjadi data user.
Marketing Office dapat melakukan penginputan:
Marketing Office juga dapat melakukan upload KTP dan bukti transfer sesuai dengan kebutuhan proses administrasi.
Data yang telah diinput kemudian masuk ke dalam alur verifikasi beberapa bagian sebelum akhirnya diteruskan kepada bagian Keuangan sesuai dengan ketentuan proses perusahaan.
D. Alur Verifikasi Data
Data user yang diinput oleh Marketing Office tidak langsung masuk ke proses akhir, tetapi melewati beberapa tahapan verifikasi dari bagian terkait.
Sistem mencatat setiap proses verifikasi sehingga dapat diketahui:
Dengan mekanisme tersebut, proses administrasi menjadi lebih terkontrol dan mengurangi risiko kesalahan data.
E. Siteplan Digital Penjualan
Untuk membantu Marketing Office dalam menawarkan unit kepada calon user, dashboard dilengkapi dengan Siteplan Digital Penjualan.
Siteplan menampilkan kondisi unit secara ter-update, termasuk informasi:
Status unit diperbarui secara berkala sehingga Marketing Office dapat mengetahui ketersediaan unit secara cepat dan mengurangi risiko terjadinya penawaran terhadap unit yang sudah tidak tersedia.
F. Siteplan Digital Pembangunan
Dashboard juga dilengkapi dengan Siteplan Digital Pembangunan yang digunakan untuk melihat perkembangan pembangunan masing-masing unit rumah.
Marketing Office dapat melihat informasi seperti:
Dengan demikian, Marketing Office dapat memberikan informasi perkembangan rumah kepada user tanpa harus melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
G. Monitoring Akad Marketing
Dashboard menyediakan informasi mengenai data akad yang berasal dari user yang ditangani oleh marketing yang bersangkutan.
Marketing dapat melihat daftar user yang telah berhasil melakukan akad beserta informasi yang berkaitan dengan pencapaian penjualannya.
Data tersebut dapat digunakan sebagai bahan monitoring kinerja dan pencapaian target marketing.
H. Monitoring Bonus atau Fee Penjualan
Dashboard Marketing Office juga memberikan informasi mengenai proses pembayaran bonus atau fee penjualan.
Marketing dapat mengetahui status bonus atau fee dari transaksi yang telah berhasil diproses, sehingga dapat melihat apakah bonus/fee tersebut masih dalam proses atau telah diselesaikan oleh bagian terkait.
Informasi ini membantu meningkatkan transparansi antara marketing dengan perusahaan.
I. Informasi Unit Ready dan Hold
Dashboard menyediakan fitur untuk melihat daftar unit Ready dan Hold.
Marketing Office dapat mengetahui unit mana yang:
Informasi ini menjadi salah satu acuan utama Marketing Office dalam melakukan penawaran kepada calon user.
J. Inbox Proses KPR
Dashboard Marketing Office dilengkapi dengan fitur Inbox yang menerima informasi perkembangan proses user dari Staf KPR.
Melalui Inbox tersebut, marketing dapat mengetahui sampai sejauh mana proses pemberkasan user yang mereka tangani.
Informasi dapat mencakup tahapan seperti:
Marketing tidak perlu menanyakan perkembangan berkas secara manual kepada Staf KPR karena status proses dapat dipantau langsung melalui dashboard.
K. Monitoring Sisa Pembayaran User
Marketing Office dapat melihat daftar sisa kewajiban pembayaran user apabila masih terdapat biaya yang belum dilunasi berdasarkan kesepakatan sebelumnya.
Informasi tersebut membantu marketing dalam melakukan follow-up kepada user mengenai kewajiban pembayaran yang masih tersisa.
Sistem dapat menampilkan informasi seperti:
Dengan demikian, marketing dapat mengetahui kondisi pembayaran user secara lebih jelas.
L. Download Kwitansi Pembayaran
Marketing Office dapat melakukan download kwitansi pembayaran user melalui dashboard.
Kwitansi yang dapat diakses antara lain:
Fitur ini memudahkan Marketing Office dalam memberikan atau mengirimkan bukti pembayaran kepada user tanpa harus meminta dokumen secara manual kepada bagian Keuangan.
M. Monitoring Target dan Pencapaian Marketing
Untuk memudahkan marketing dalam memantau pencapaian target, dashboard dilengkapi dengan fitur Monitoring Target Penjualan.
Marketing dapat menentukan periode tanggal tertentu untuk melihat pencapaiannya, termasuk:
Informasi tersebut membantu marketing mengetahui posisi pencapaiannya terhadap target yang telah ditentukan perusahaan.
N. Integrasi Antarbagian
Dashboard Marketing Office menjadi salah satu bagian penting dalam sistem pemasaran karena terhubung dengan informasi dari berbagai bagian perusahaan.
Integrasi tersebut meliputi:
Marketing Office → Staf KPR → General Manajer → Keuangan → Proyek → Manajemen
Data yang telah diinput oleh Marketing Office dapat diteruskan melalui proses verifikasi sesuai dengan kewenangan masing-masing bagian.
Sementara itu, Marketing Office mendapatkan informasi balik dari bagian terkait, seperti perkembangan KPR, dokumen Legal, status pembayaran, status unit, dan progres pembangunan.
Secara keseluruhan, Dashboard Marketing Office merupakan pusat aktivitas administrasi dan monitoring penjualan yang digunakan mulai dari tahap pencarian prospek, penginputan data user, pengumpulan dokumen, proses verifikasi, pembayaran, pemberkasan KPR, hingga user berhasil melakukan akad.
Dashboard ini juga memberikan akses terhadap informasi dari berbagai divisi yang berhubungan dengan proses penjualan, seperti status unit, siteplan pemasaran, progres pembangunan, proses KPR, pembayaran user, bonus atau fee marketing, serta data akad.
Dengan adanya integrasi tersebut, Marketing Office dapat bekerja lebih cepat karena sebagian besar informasi yang dibutuhkan tersedia dalam satu dashboard. Sistem juga membantu perusahaan menciptakan proses kerja yang lebih terstruktur, transparan, terdokumentasi, dan mudah dimonitor, sekaligus memudahkan marketing untuk fokus pada pencapaian target penjualan dan pelayanan kepada user.
Dashboard Sales Force memiliki fitur yang pada dasarnya sama dengan Dashboard Marketing Office, seperti absensi digital, pengajuan cuti, input prospek, input data user, pengelolaan dokumen, monitoring proses KPR, pembayaran, unit, hingga pencapaian akad.
Perbedaan utama terdapat pada pembatasan wilayah kerja dan akses data. Setiap Sales Force hanya dapat mengakses data proyek, unit, prospek, dan user yang berada dalam wilayah kerja yang telah ditentukan oleh manajemen perusahaan. Sales Force juga hanya dapat melakukan penjualan terhadap unit yang berada dalam wilayah kewenangannya.
Pembatasan ini bertujuan untuk menjaga keamanan data, memperjelas tanggung jawab masing-masing Sales Force, serta menghindari tumpang tindih dalam aktivitas penjualan antarwilayah.
Selain aktivitas penjualan melalui dashboard, Sales Force juga menjalankan kegiatan pemasaran secara langsung di lapangan melalui canvassing dan pertemuan dengan berbagai instansi, baik instansi pemerintah maupun perusahaan swasta.
Hasil dari kegiatan canvassing tersebut dapat dimasukkan ke dalam sistem sebagai data prospek untuk selanjutnya diproses menjadi user dan mengikuti alur penjualan perusahaan.
Dengan demikian, Dashboard Sales Force berfungsi sebagai sarana pengelolaan penjualan berbasis wilayah yang mengintegrasikan aktivitas pemasaran melalui sistem dengan kegiatan pemasaran langsung di lapangan.
Dashboard Office Boy dan Driver merupakan dashboard sederhana yang digunakan untuk mendukung administrasi kehadiran karyawan.
Dashboard ini dilengkapi dengan fitur Absensi Digital seperti dashboard staf dan karyawan lainnya. Absensi dilakukan sesuai dengan ketentuan waktu dan lokasi yang telah ditetapkan oleh HR dan GA.
Melalui sistem ini, Office Boy dan Driver dapat melakukan absensi masuk dan pulang secara digital, sehingga data kehadiran dapat tercatat secara otomatis dan menjadi bagian dari monitoring serta administrasi kepegawaian perusahaan.
Dapatkan demo dan konsultasi untuk menemukan solusi yang sesuai.
Isi informasi berikut, tim kami akan membantu menjelaskan solusi INOTEK.